Vitamin B12
Vitamin B12 memainkan banyak peran dalam tubuh. Ini membantu membangun DNA, membangun sel darah merah, dan banyak lagi. Namun, tubuh tidak dapat memproduksi atau menyimpannya, sehingga harus diperoleh dari sumbernya.
Makanan terkaya dengan vitamin B12
Vitamin B12 ditemukan dalam makanan hewani, dan makanan terkaya adalah:
- Tiram: Pada 100 gram kerang, 98.9 mikrogram vitamin B12 dapat diperoleh.
- Hati hewan: Ketika Anda makan seratus gram hati, Anda bisa mendapatkan sekitar 83.1 mikrogram vitamin B12, jumlahnya bervariasi dengan berbagai jenis hati.
- Ketebalan makarel: Saat mengonsumsi 100 gram makarel, 19.0 μg vitamin B12 dapat diperoleh.
- Crustacea: Saat makan 100 gram krustasea seperti udang, udang karang, atau udang, 11.5 μg vitamin B12 dapat diperoleh.
- Produk yang diperkaya kedelai: Saat Anda mengonsumsi 100 gram produk kedelai yang diperkaya seperti tahu atau keju apa pun yang dibuat dari susu kedelai, Anda bisa mendapatkan 2.4 mikrogram vitamin B12.
- Biji-bijian utuh: Ketika Anda makan seratus gram biji-bijian utuh, seperti bayam, dan gandum dengan dedak, Anda bisa mendapatkan sekitar 20.0 mikrogram vitamin B12, tergantung pada jenis gandum dan jumlah dedak.
- Daging merah: Ketika Anda makan seratus gram daging merah, Anda bisa mendapatkan 5.00 mikrogram vitamin B12.
- Susu rendah lemak: Ketika Anda makan seratus gram susu rendah lemak, Anda bisa mendapatkan 0.5 mikrogram vitamin B12.
- keju: Ketika Anda makan 100 gram keju mozzarella atau keju parmesan, Anda bisa mendapatkan sekitar 3.3 g vitamin B12, berbeda tergantung pada jenis keju.
- telur: Saat makan 100 gram telur, Anda bisa mendapatkan 2.0 mikrogram vitamin B12, tergantung pada jenis telur, ayam, bebek, atau angsa.
Masalah penyerapan vitamin B12
- Masalah gastrointestinal seperti infeksi, atau penyakit Crohn.
- Terlalu sering menggunakan alkohol.
- Gangguan autoimun.
Gejala Kekurangan Vitamin B12
Kekurangan vitamin B12 dapat dengan mudah menyebabkan anemia, tetapi jika tidak diobati itu menyebabkan gejala lain seperti:
- Kelemahan, kelelahan atau vertigo.
- Palpitasi jantung.
- Sesak napas.
- Kulit pucat.
- Sembelit, diare dan kembung.
- Anoreksia.
- Masalah saraf seperti mati rasa atau berkedut pada anggota badan, kelemahan otot, dan masalah berjalan.
- Masalah psikologis seperti depresi, kehilangan ingatan, atau perubahan perilaku.